Hubungan bahasa Indonesia dengan bahasa
Daerah
Antara
bahasa Indonesia dan bahasa daerah mempunyai hubungan yang sangat erat, tidak
dapat dipungkiri adanya bahasa Indonesia yang muncul seiring dengan
perkembangan bahasa daerah itu sendiri. Karena bahasa daerah dan bahasa
Indonesia saling melengkapi. Terutama dalam hal berkomunikasi antar masyarakat.
Dengan adanya dua bahasa ini menimbulkan kedwibahasaan di negara Indonesia.
Dalam
Seminar Pengembangan Bahasa Daerah (1976) itu, yang merumuskan tujuaan
pembinaan dan pengembangan bahasa daerah sebagai berikut :
a.
Di bidang struktur bahasa, tujuannya ialah terbinanyabahasa daerah yang
strukturnya terpelihara dan sesuai dengan keperluan masa sekarang.
b.
Dibidang pemakai, tujuan pembinaan adalah agar kedwibahasaan itu tetap
(stabil), yaitu pemakai itu menguasai kedua bahasa itu seimbang, dan tidak
menjadi ekabasahawan semata-mata. Jumlah pemakai itu hendaknya tetap berkembang
dan tidak sebaliknya menyusut.
c.
Di bidang pemakaian, pembinaan bertujuan agar bahasa daerah dipergunakan secara
penuh sesuai dengan fungsinya, dalam keseimbangan dengan bahasa Indonesia
seperti ditetapkan dalam Politik Bahasa Nasional. Jadi antara
bahasa Indonesia dan bahasa Daerah telah terjadi kontak sosial dan budaya yang
aktif. Jiwa bahasa Indonesia dan jiwa bahasa Daerah telah bertemu. Kedua bahasa
saling bersangkutan dan memperhatikan. Akhirnya kedua bahasa saling
mempengaruhi.
Peran Bahasa
Daerah Terhadap Perkembangan Bahasa Indonesia
Keanekaragaman budaya dan bahasa daerah mempunyai peranan dan pengaruh terhadap
bahasa yang akan diperoleh seseorang pada tahapan berikutnya, khususnya bahasa
formal atau resmi yaitu bahasa Indonesia. Sebagai contoh, seorang anak memiliki
ibu yang berasal dari daerah Sekayu sedangkan ayahnya berasal dari daerah
Pagaralam dan keluarga ini hidup di lingkungan orang Palembang.
Dalam
mengucapkan sebuah kata misalnya “mengapa”, sang ibu yang berasal dari Sekayu
mengucapkannya ngape (e dibaca kuat) sedangkan bapaknya yang dari
Pagaralam mengucapkannya ngape (e dibaca lemah) dan di lingkungannya
kata “mengapa” diucapkan ngapo. Ketika sang anak mulai bersekolah, ia
mendapat seorang teman yang berasal dari Jawa dan mengucapkan “mengapa”
dengan ngopo. Hal ini dapat menimbulkan kebinggungan bagi sang anak untuk
memilih ucapan apa yang akan digunakan. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri
bahwa keanekaragaman budaya dan bahasa daerah merupakan keunikan tersendiri
bangsa Indonesia dan merupakan kekayaan yang harus dilestarikan.
Dengan
keanekaragaman ini akan mencirikan Indonesia sebagai negara yang kaya akan
kebudayaannya. Berbedannya bahasa di tiap-tiap daerah menandakan identitas dan
ciri khas masing-masing daerah. Masyarakat yang merantau ke ibukota Jakarta
mungkin lebih senang berkomunikasi dengan menggunakan bahasa daerah dengan
orang berasal dari daerah yang sama, salah satunya dikarenakan agar menambah
keakraban diantara mereka.
Tidak jarang
pula orang mempelajari sedikit atau hanya bisa-bisaan untuk berbahasa daerah
yang tidak dikuasainya agar terjadi suasana yang lebih akrab. Beberapa kata
dari bahasa daerah juga diserap menjadi Bahasa Indonesia yang baku, antara lain
kata nyeri (Sunda) dan kiat (Minangkabau).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar