Judul Film: In Time
Sutradara: Andrew Niccol
Genre: Fiksi ilmiah
Durasi: 109 Menit
Pemain film In Time:
Sutradara: Andrew Niccol
Genre: Fiksi ilmiah
Durasi: 109 Menit
Pemain film In Time:
§
Justin Timberlake sebagai Will Salas
§
Amanda Seyfried sebagai Syvia Weis
§
Callian Murphy sebagai Raymond Leon
§
Alex Pettyfer sebagai Fortis
§
Vincent Kartheiser sebagai Phillipe Weis
§
Olivia Wilde sebagai Rachel Salas
§
Matt Bomer sebagai Henry Hamilton
§
Johnny Galecki sebagai Borel
§
Collins Pennie sebagai Jaeger
§
Ethan Peck sebagai Constantin
§
Yaya DaCosta sebagai Greta
§
Bella Heathcote sebagai Michele Weis
§
Toby Hemingway sebagai Timekeeper Kors
§
Jessica Parker Kennedy sebagai Edouarda
§
Collins Pennie sebagai Timekeeper Jaeger
§
Christoph Sanders sebagai Nixon
gambar dari : http://godfilmandmen.blogspot.com/2012/03/reactions-to-watching-in-time.html
Jadi ceritanya di masa depan,
perubahan fisik manusia akan terhenti pada usia 25 tahun. Mereka tak akan
menua. Namun mulai usia tersebut semacam jam digital yang terpasang permanen di
balik kulit setiap orang akan diaktifkan. Efeknya, jatah waktu (hidup) seseorang
hanya tinggal seperti yang tertera di lengannya itu! Hingga ketika penunjukkan
waktunya 00:00:00 ya sudah, time is up! Mati! Maka di sinilah tema besar dari
film ‘In Time’ ini. Perjuangan para manusia yang berusia 25 tahun itu demi
waktu. Tak ada yang ingin waktunya berhenti dan menunjukkan angka nol. Semua
ingin hidup selamanya.
Maka waktu pun menjadi segalanya.
Waktu menjadi prioritas utama yang dikejar oleh semua orang. Bahkan waktu pun
menjadi alat transaksi. Time is money. Mereka naik bis bayarnya pakai waktu.
Mereka membeli kopi bayarnya pakai waktu. Mereka bekerja dengan digaji waktu.
Ada manusia-manusia jahat yang kerjanya mencuri waktu. Iya, mencuri waktu dalam
arti sebenarnya. Menyedot waktu yang ada pada seseorang hingga nol agar miliknya
sendiri bertambah. Bahkan aktivitas bank pun orientasinya adalah waktu, simpan
pinjam waktu! Well, saya benar-benar melongo menikmati film ini. Idenya gila
tapi dipikir-pikir ya masuk akal juga, edan tenanan hehehe.
Lalu dimana konfliknya? Adalah seorang
pemuda bernama Will Salas yang hidup di wilayah kelas rendah, populasi miskin
waktu. Dia dikisahkan bekerja sebagai seorang buruh yang harus pontang-panting
demi kelangsungan denyut waktu di lengannya. Selain itu juga demi menyokong
waktu sang ibu. Satu hal yang juga lucu di sini adalah, meski namanya ibu dan
anak, namun dari segi fisik mereka setara, sama-sama menawan. Kan ceritanya
perubahan fisiknya berhenti pada usia 25 tahun, ingat? Jadi yang namanya ayah,
ibu, anak, kakek, nenek, fisiknya semua muda. Begitu. Nah karena ceritanya Will
dan ibunya ini bernasib miskin waktu, maka mereka benar-benar harus saling
support. Apalagi sang ibu yang waktunya hanya tinggal beberapa jam saja. Nah,
tentang Will dan ibunya ini ada adegan yang sungguh sangat mengharukan lho!
Apakah itu? Tonton sendiri aja ya…
Kembali ke soal konflik utama. Pada
satu kesempatan, Will Salas menerima rezeki nomplok dari seseorang yang berasal
dari wilayah kelas atas, populasi kaya waktu. Si waktuwan (karena hartanya
berupa waktu hihi) ini ceritanya bosan hidup dalam keabadian yang tiada
habisnya. Ironis ya, ketika dia memiliki keabadian ternyata yang dirindukannya
justru ketidakabadian itu sendiri. Jadi singkat cerita dia menghibahkan seluruh
waktunya yang berjumlah ratusan tahun kepada Will. Dia hanya menyisakan
beberapa menit terakhir saja untuk menikmati pagi sebelum akhirnya mati.
Maka yang tadinya Will Salas ini adalah pemuda kere
waktu, sekarang dia naik kelas menjadi seorang waktuwan yang kaya raya. Dan
karena muak dengan perbedaan status sosial dan pembagian wilayah antara si kaya
dan si miskin waktu, meneroboslah si Will ini ke Zona Greenwich. Niatnya sih
untuk membuat perubahan, agar nantinya orang-orang di wilayah di mana dia
berasal pun bisa menikmati waktu senyaman seperti di Zona Greenwich.
Nah, alih-alih hidup senang di
wilayah kaya waktu itu, Will malah jadi buronan Timekeeper gara-gara hibah
waktu yang pernah diterimanya itu. Selain itu Will bertemu dengan seorang gadis
cantik jelita anak pengusaha kaya. Pengusaha yang memiliki kerajaan bisnis
waktu, yang harta waktunya diincar oleh Will. Lalu Will Salas dan Sylvia Weis,
nama gadis itu, bisa ditebak, saling jatuh cinta. Konflik pun semakin
meruncing. Perbedaan status sosial, jadi buronan, diincar perampok waktu,
berjuang demi keadilan waktu kehidupan bagi seluruh manusia …

Tidak ada komentar:
Posting Komentar